PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PERUMAHAN GRAHA DEWATA AKIBAT DIPAILITKANNYA PENGEMBANG PT DEWATA ABDI NUSA (Studi Kasus Putusan Nomor 16/PAILIT/2013/ PN.Niaga.Sby)

Erry Fitrya Primadhany
  Arena Hukum, Vol 7, No 2 (2014),  pp. 172-194  
Viewed : 477 times

Abstract


Abstract

Developer PT Dewata Abdi Nusa (DAN) bankrupted thourgh decision No.. 16/PAILIT/2013/PN.SBY. This ruling resulted in consumers losing money because of not getting its due in accordance Sale and Purchase Agreement. Based on Consumer Protection Act No. 8/1999, losses suffered by consumers to be settled fairly and consumers are entitled to compensation. This paper used a normative legal research by case approach. Case is used by No.16/PAILIT/2013/SBY bankruptcy decision. In this paper the author wants to examine consumer protection Graha Dewata based decision No.16/PAILIT/2013/SBY and legal protection that can be provided to consumers as a result of bankrupted developer PT DAN. The results showed that the consumers have not received the legal protection due to the uncertainty of the law in which the consumers are not getting its due as the Sale and Purchase Agreement. Legal protection that can be given to the consumers can be carried out preventive consumer protection agencies to oversee all matters involving the consumer as well as being consultative mechanism. While the repressive can be seen in the provisions of Law No. 37/2004 on Bankruptcy and PKPU and Consumer Protection Act through litigation and non-litigation. It is also necessary to assess the Bankruptcy Act in the future in order to pay more attention to the interests of consumers and bankruptcy insolvency test as a condition of the debtor in order to avoid bad faith.

Key words: legal protection, residential consumer, developer bankruptcy

 

Abstrak

Pengembang PT Dewata Abdi Nusa (DAN) dipailitkan melalui putusan No. 16/PAILIT/2013/PN.SBY. Putusan ini mengakibatkan konsumen merugi karena belum mendapatkan haknya sesuai Perjanjian Pengikatan Jual Beli. Berdasarkan ketentuan pada Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, kerugian yang dialami konsumen wajib diselesaikan dengan adil dan konsumen berhak mendapat ganti rugi.  Tulisan ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus. Kasus yang digunakan berdasarkan putusan pailit No.16/PAILIT/2013/SBY. Penulis ingin mengkaji perlindungan konsumen perumahan Graha Dewata berdasarkan putusan No.16/PAILIT/2013/SBY dan  perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada konsumen akibat dipailitkannya pengembang PT DAN. Hasil tulisan menunjukkan bahwa konsumen belum mendapatkan perlindungan hukum karena terjadi ketidakpastian hukum dimana konsumen belum mendapatkan haknya seperti pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli. Perlindungan Hukum yang dapat diberikan kepada Konsumen dapat secara preventif yang dilakukan lembaga-lembaga perlindungan konsumen dengan mengawasi segala hal yang melibatkan konsumen serta menjadi wadah konsultasi. Sedangkan secara represif dapat dilihat pada ketentuan Undang-Undang No 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) serta Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen melalui litigasi dan nonlitigasi. Diperlukan juga untuk mengkaji Undang-Undang Kepailitan di masa datang agar lebih memperhatikan kepentingan konsumen dan insolvency testsebagai syarat kepailitan agar menghindari debitor yang beritikad tidak baik.

Kata kunci: perlindungan hukum, konsumen perumahan, kepailitan pengembang


Keywords


Perlindungan Konsumen

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)