SUAMI DIPENJARA SEBAGAI ALASAN CERAI GUGAT; PERSPEKTIF FIKIH DAN LEGISLASI NEGERI MUSLIM

Ali Trigiyatno
  Arena Hukum, Vol 14, No 2 (2021),  pp. 390-411  
Viewed : 86 times

Abstract


Abstract

This paper aims to compare the provisions of fiqh with the legislation in terms of the husband being imprisoned as the reason for the wife to file for divorce in four Muslim countries. They are Indonesia as a representative of the country with the majority of the population following the Shafi'i school, Morocco representing the Maliki school, Jordan representing the Hanafi school, and Qatar representing the Hanbali school. Using a normative approach and a comparative method, this paper aims to look for aspects of similarities as well as differences from fiqh provisions compared to legislation in the four countries. The results shows that the legislation in the four countries basically takes the opinion of the Maliki and Hanbali schools which allow divorce because the husband is imprisoned. From the four countries, Indonesia has set the longest prison term, which is five years, while Morocco and Jordan are imprisoned for a minimum of three years and Qatar is two years. Indonesia and Jordan seem quite far from leaving the rules in the dominant fiqh school in their country by not following the school's fatwa adopted to prohibit divorce because the husband is imprisoned. Meanwhile, Morocco and Qatar are in accordance with the dominant schools of jurisprudence in their countries, with a few additions to more detailed and operational rules.

 

Abstrak

Tulisan ini bertujuan membandingkan ketentuan fikih dengan Undang-undang dalam hal suami dipenjara sebagai alasan istri menggugat cerai di empat negara muslim. Mereka adalah Indonesia sebagai representasi negara dengan mayoritas penduduknya menganut mazhab Syafi’i, Maroko mewakili mazhab Maliki, Yordania mewakili mazhab Hanafi, dan Qatar mewakili mazhab Hanbali. Dengan pendekatan normatif dan metode perbandingan, penulis hendak mencari segi-segi persamaan sekaligus perbedaan dari ketentuan fikih dibanding legislasi di empat negara tersebut. Hasilnya adalah legislasi empat negara pada dasarnya mengambil pendapat mazhab Maliki dan Hanbali yang membolehkan cerai gugat karena suami dipenjara. Dari empat negara, Indonesia menetapkan masa penjara terlama yakni lima tahun, sedang Maroko dan Yordania  dengan batasan minimal dipenjara selama tiga tahun dan Qatar dua tahun. Indonesia dan Yordania terlihat cukup jauh meninggalkan aturan dalam mazhab fikih yang dominan di negaranya dengan tidak mengikuti fatwa mazhab yang dianut untuk melarang cerai gugat karena suami dipenjara. Sementara Maroko dan Qatar masih selaras dengan mazhab fikih dengan sedikit penambahan aturan yang lebih rinci dan operasional.


Keywords


Imprisoned husband; Legislation; Contemporary Muslim State

Full Text:

PDF

References


Buku

Al-Bamarni, Ismail Abu Bakr Ali. Ahkam al-Usrah (az-Zawaj wa ath-Thalaq) ba`ina al-Hanafiyyah wa asy-Syafi’iyyah Dirasah Muqaranah bi al-Qanun. Aman : Dar al-Hamid li an-Nayar wa at-Tauzi’, 2009.

Al-Faruji, Muhammad. Mudawwanah Al-Usrah. Dar Al-Baida’ : Matba’ah al-Najah al-Jadidah, 2012.

Arfa, Faisal Ananda & Marpaung, Watni. Metodologi Penelitian Hukum Islam. Jakarta : Kencana, 2016.

Asy-Syafi’i, Muhammad. Az-Zawaj fi Mudawwanah al-Usrah. Marakesh : al-Mathba’ah al-Waraqah al-Wathaniyah, 2005.

Asy-Syafi’i, Muhammad. Qanun al-Usrah fi Duwal al-Maghrib al-‘Arabi. Marakez : al-Mathba’ah al-Waraqah al-Wathaniyah, 2009.

az-Zuhaily, Wahbah. al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus : Dar al-Fikr, 1424. Juz 9.

Badran Abu al-‘Ain Badran. Ahkam az-Zawaj wa ath-Thalaq fi al-Islam. t.tp : Dar at-Ta`lif, 1961.

Taimiyah, Ibnu. al-Ikhtiyarat al-Fiqhiyyah. Beirut : Dar al-Ma’rifah, 1978.

Kharlie, Ahmad Tholabi dkk. Kodifikasi Hukum Keluarga Islam Kontemporer. Jakarta : Kencana, 2020.

Mahmood, Tahir. Personal Law in Islamic Countries. New Delhi : Academi Of Law And Religion, 1987.

Rofiq, Ahmad. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta : Rajawali Pers, 2017.

Sabiq, Sayyid. Fiqh as-Sunnah. alih bahasa Asep Sobari dkk., Jakarta : al-I’tishom, 2017. Jilid II.

Salim, Amr Abdul Mun’im. al-Jami’ fi Ahkam ath-Thalaq. t.np : Dar adh-Dhiya`, t.t.

Syaifuddin, Muhammad dkk. Hukum Perceraian. Jakarta : Sinar Grafika, 2014.

Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia; Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta : Kencana, 2015.

Syarthawi, Muhammad Ali. Syarh Qanun al-Akhwal asy-Syakhshiyyah. Amman : Dar al-Fikr, 2010.

Syibli, Muhammad Musthafa. Ahkam al-Usrah fi al-Islam Dirasah Muqaranah ba`ina Fiqh al-Madzahib as-Sunniyah wa al-Madzhab al-Ja’fari wa al-Qanun. Beirut : Dar al-Jami’iiyah, 1983.

Wuzarah Al-‘Adl. Dalil ‘Amali li Mudawwanah al-Usrah. Rabat : Jam’iyyah Al-Ma’lumah Al-Qanuniyyah wa al-Qadha’iyyah, 2004.

Wuzarah al-Auqaf wa asy-Su`un al-Islamiyyah. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah. Kuwait : Dar as-Salasil, 1404. Juz 29.

Salim, Abu Malik Kamal bin as-Sayyid. Sahih Fiqh as-Sunnah. alih bahasa Khairil Amru Harahap dan Faisal Saleh. Sahih Fikih Sunnah. Jakarta : Pustaka Azzam, 2016. Jilids II.

Jurnal

Benson, Kristina. "The Moroccan Personal Status Law and the Invention of Identity: A Case Study on the Relationship between Islam, Women, and the State." UCLA J. Islamic & Near EL 12 (2013): 1.

Fitra Mulyawan, “Pelaksanaan Penyelesaian Perkara Cerai Gugat dengan Alasan Suami di Penjara”, Ranah Research : Journal of Multidicsiplinary Research and Development, Volume 1, Issue 4, (Agustus 2019).

Haris, Syaefuddin. "Kedudukan Taklik Talak dalam Perkawinan Islam Ditinjau dari Hukum Perjanjian." Arena Hukum 6, no. 3 (2013): 336-359.

Linawati, Iis, Septiandani, Dian, Yulistyowati, Efi. “ Fasakh Perkawinan Karena Istri Mengalami Gangguan Jiwa: Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Pati No. 1899/Pdt.G/2013/PA.Pt.”, HUMANI (Hukum dan Masyarakat Madani), Volume 7 No. 3 (Desember 2017) : 5.

Rais, Isnawati. “ Tingginya Angka Cerai Gugat (Khulu’) di Indonesia; Analisis Kritis Terhadap Penyebab dan Alternatif Solusi Mengatasinya, AL-‘ADALAH, Vol. XII, No. 1 (Juni 2014) : 15.

Mahmud, Mek Wok, and Siti Zulaikha binti Mokhtar. "Mafqūd and Fasakh in the Writings of Muslim Jurists and Provisions of Malaysian Federal Territory Islamic Family Law: The Case of MH 370 Missing Plane." Intellectual Discourse 25, no. Special Is (2017): 575-588.

Sulthonudin, Jefri, and Musthofa, Abdul Halim. "Cerai Gugat Istri Akibat Suami Dipidana Penjara Menurut Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif." Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 1 (2019): 1-16.

Nashr, Salman, “ at-Tafriq al-Qadha`i ba`in az-Zaujaian bi Sabab al-Fuqdan, wa al-Ghiyab wa al-Habs Dirasah fi al-Fiqh al-Islami wa Qanun al-Usrah al-Jazairi”, al-Mi’yar 15, No. 30 (2012)) : 91-106.

asy-Syamri, Haidar Husain Kadzim dkk., “Haqq az-Zaujah fi Thalab at-Tafriq min Zaujiha al-Mahbus Dirasah Muqaranah bi al-Fiqh al-Islami”, Journal Of Kufa Legal And Political Science 1, No. 42/2, (2019).‎

Harrak, Fatima. "The History and Significance of The New Moroccan Family Code." Institute for the Study of Islamic Thought in Africa (ISITA), Working Paper Series (2009).

Tesis & Disertasi

an-Najjar, Adnan Ali. “at-Tafriq al-Qadha`i ba`ina az-Zaujain Dirasah Fiqhiyyah Muqaranah ba`ina bi Qanun al-Ahwal asy-Syakhshiyyah al-Falestin”. Tesis. Ghaza : Universitas Islamiyyah, 2004. Tidak dipublikasikan.

Hasani, Raziqi Murad, “ at-Tafriq al-Qadha`i bi Sabab Habs az-Zauj fi at-Tasyri’ al-Jazairi wa Ba’dhi at-Tasyri’at al-‘Arabiyyah”. Tesis. Julfah : Jamia’ah Ziyan ‘Asyur, 2016. Tidak dipublikasikan.

Abu Isa, Mahmud Abbas Shalih. “at-Tafriq Ba`ina az-Zaujaini bi Sababi Habs az-Zauj fi al-Fiqh al-Islami wa al-Ma’mul bihi fi al-Mahakim asy-Syar’iyyah fi adh-Dhaffah al-Gharbiyyah”. Tesis, Nablus :Universitas an-Najah al-Wathaniyah, 2005. Tidak dipublikasikan.

Dalilah, Ayat Syawisy. “ Inha` ar-Rabithah az-Zaujiyah bi Thalab az-Zaujah Dirasah Muqaranah baina al-Fiqh al-Islami wa Qanun al-Usrah al-Jaza`iri wa Ba’dhu at-Tasyri’at al-Ahwal asy-Syakhshiyyah al-‘Arabiyah”. Disertasi, Tizi Wizu : Universitas Maulud Ma’mari, 2014. Tidak dipublikasikan.

Perundang-undangan

UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Qanun al-Usrah Nomor 22 Tahun 2006, Qatar.

Mudawawanah al-Usrah 2004, Maroko.

Qanun al-Ahwal asy-Syakhshiyyah al-Urduni Nomor 15 tahun 2019, Yordania.

Naskah Internet

http://arabic.dci-palestine.org/sites/arabic.dci-palestine.org/files/qanwn_al-ahwal_al-shkhsyh_lsnh_1976.pdf, diunduh 23 Agustus 2020.

http://hrlibrary.umn.edu/arabic/Yemeni_Laws/Yemeni_Laws147.pdf, diunduh 25 Agustus 2020.

http://iraqld.hjc.iq:8080/LoadArticle.aspx?SC=051120078254217, diunduh 27 Agustus 2020.

http://saidagate.com/Saida/saidaBlogsDetails/8984, diakses 23 Agustus 2020.

http://www.ilo.org/dyn/travail/docs/652/Explanatory%20Memorandum.pdf, diakses 23 Agustus 2020.

https://www.aliftaa.jo/ShowContent.aspx?Id=205#.XznEL6JR1PY, diakses 17 Agustus 2020.

https://www.aliftaa.jo/ShowContent.aspx?Id=205, diunduh penulis 25 Agustus 2020.

https://www.dc.gov.ae/PublicServices/LegislationDetails.aspx?LawKey=681, diakses 24 Agustus 2020.

https://www.legalaffairs.gov.bh/13481.aspx?cms=, diakses 17 Agustus 2020.

Muhammad bin Abdullah al-Hasyimi, “ Zawiyah Qanuniyah: al-Ahwal asy-Syakhshiyyah (146) Tathliq az-Zaujah al-Mahbus Zaujuha”, dalam http://alwatan.com/details/321761, diakses 17 Agustus 2020.

https://www.aliftaa.jo/ShowContent.aspx?Id=205#.YObwOHBR3Sc, diunduh 22 Juli 2021.

https://www.ammonnews.net/article/289886, diakses 25 Juli 2021.

https://www.almeezan.qa/LawView.aspx?opt&LawID=2558&language=ar, diakses 27 Juli 2021.

https://lawphil.net/statutes/presdecs/pd1977/pd_1083_1977.html, akses 29 Juli 2021.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Arena Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.