KRITIK PROYEK JUSTICE FOR THE POOR

Widodo Dwi Putro
  Arena Hukum, Vol 5, No 2 (2012),  pp. 148-154  
Viewed : 278 times

Abstract


Pendekatan hukum represif dalam masyarakat kapitalis mulai ditinggalkan dan beralih ke tatanan hukum yang lebih responsif dan humanis. Sebagai kritik-otokritik, pendekatan Socio-Legal yang semula merupakan pendekatan kritis atas kelemahan Positivisme Hukum. Dalam perkembangannya juga diserap oleh kapitalisme untuk memodifikasi proyek-proyek mereka sehingga menjadi lebih humanis dan responsif. Dalam tulisan ini proyek hukum humanis semacam ini tak jauh beda dengan neo-kolonialisme. Kritik justru dibutuhkan oleh kapitalisme untuk memodifikasi dirinya sedemikian rupa sehingga gelombang protes justru memiliki efek memperbaiki. Kekuatan proyek-proyek hukum humanis dan
responsif seperti justice for the poor, mampu mengintegrasikan resistensi terhadap kapitalisme menjadi masuk dalam sistem.

Kata Kunci: ideologi, kapitalisme, justice for the poor


Keywords


Justice

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)