PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BERDASARKAN KEARIFAN TRADISIONAL: PERSPEKTIF HUKUM LINGKUNGAN

Nadia Astriani, Ida Nurlinda, Amiruddin A.Dajaan Imami, Chay Asdak
  Arena Hukum, Vol 13, No 2 (2020),  pp. 197-217  
Viewed : 246 times

Abstract


Abstract

Legal pluralism in Indonesia provides a place for indigenous peoples to manage their natural resources where their lives are based on a living philosophy that is in harmony with nature, produces a pattern of management of natural resources that is environmentally friendly and sustainable. This article focus on studying water resource management practices based on traditional wisdom carried out by indigenous peoples in Indonesia and whether the management of water resources based on traditional wisdom can be used as an example of sustainable water resource management. The results of research conducted on the Ciptagelar indigenous people, Subak practices in Bali and 9 (nine) regions in Indonesia show that the practices of water resource management carried out in these areas are in line with the approach of sustainable water resource management. Some forms of community practice can even be adopted in the management of water resources carried out by the government. Furthermore, regulation of water resources based on values that live in society is easier to implement in the life of the community itself, therefore, regulation of water resources in the future must pay more attention to the values that live in the community.

 

Abstrak

 

Pluralisme hukum di Indonesia memberikan tempat bagi masyarakat adat untuk mengelola sumber daya alamnya, yang kehidupannya dilandasi falsafah hidup yang selaras dengan alam, menghasilkan pola pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Artikel ini fokus pada mempelajari praktek pengelolaan sumber daya air (SDA) berdasarkan kearifan tradisional yang dilakukan masyarakat adat di Indonesia dan apakah pengelolaan SDA berdasarkan kearifan tradisional ini dapat dijadikan contoh pengelolaan SDA yang berkelanjutan. Hasil penelitian yang dilakukan pada masyarakat adat Ciptagelar, praktik Subak di Bali dan 9 wilayah di Indonesia menunjukkan bahwa praktik-praktik pengelolaan SDA di wilayah tersebut sejalan dengan pendekatan pengelolaan SDA yang berkelanjutan. Beberapa bentuk praktik masyarakat bahkan dapat diadopsi dalam penyelenggaraan pengelolaan SDA yang dilakukan oleh pemerintah. Pengaturan SDA yang berbasis nilai-nilai yang hidup di masyarakat lebih mudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat itu sendiri, sehingga ke depan pengaturan SDA harus lebih memperhatikan nilai-nilai yang hidup di masyarakat.


Keywords


Water Management; Law; Traditional Wisdom

Full Text:

PDF

References


Buku

Adimihardja, Kusnaka. Kasepuhan: Yang Tumbuh Di Atas Yang Luruh -Pengelolaan Lingkungan Secara Tradisional Di Kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Bandung: Penerbit Tarsito, 1992.

Imamulhadi. Penegakan Hukum Lingkungan berbasis Kearifan Masyarakat Adat Nusantara, Bandung: Unpad Press, 2011.

Jusuf, Gunawan. Blue Gold: Emas Biru Sumber Nyawa Kehidupan. Jakarta : Penerbit Berita Nusantara, 2015.

Kemenpupera. Profil BBWS Citarum. Bandung: BBWS, 2017.

Nurjaya, I Nyoman. Pengelolaan Sumber Daya Alam dalam Perspektif Antropologi Hukum. Jakarta: Prestasi Pustaka Publishing, 2008.

Nurlinda, Ida. Membangun Pluralisme Hukum dalam Kerangka Unifikasi Hukum Agraria. Bandung: LoGoz Publishing, 2015.

Sumardjono, Maria S.W. Pluralisme Hukum Sumber Daya Alam dan Keadilan dalam Pemanfaatan tanah Ulayat, Yogyakarta: FH UGM, 2018.

Kumpulan Tulisan dalam Buku

Astriani, Nadia. “Mengatur Sumber Daya Air secara Adil dan Berkelanjutan”. Sistem Hukum Lingkungan dn Pengelolaan Sumber Daya Alam yang berkelanjutan. Bandung: Logoz Publishing, 2018.

Sulastriyono dan Totok Dwiantoro. “Kebijakan Sektoral Lingkungan/SDA”, dalam, La Ode Syarif dan Andri Wibasana (ed), Hukum Lingkungan: Teori, Legislasi dan Studi Kasus, Jakarta: USAID, 2016.

Jurnal

Arafah, Nur dkk. “Kaindea: Dinamika Pengelolaan Hutan Adat di Pulau Kecil (Studi Kasus: Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi)”. Jurnal Ilmu Kehutanan Vol. V, No.1, (2011)

Dollah, Baharuddin. “Tudang Sipulung sebagai Komunikasi Kelompok dalam Berbagi Informasi”. Jurnal Pekommas Vol. 1, No. 2, (Oktober 2016)

Siswadi, dkk. “Kearifan Lokal Dalam Melestarikan Mata Air (Studi Kasus di Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal)”, Jurnal Ilmu Lingkungan Vol. 9, Issue. 2, (2011)

Ustriyana, I Nyoman Gede dan Ni Wayan Putu Artini. “Kajian Konsep Tri Hita Karana Pada Lembaga Subak sebagai Sumberdaya Budaya di Bali (Studi Subak Juwuk Manis dan Subak Temesi di Kabupaten Gianyar)”. SOCA Vol. 9, No. 3, (2009).

Utari, I Gusti Ayu Wahyu. “Penerapan Tri Hita Karana Pada Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar”. dwijenAGRO Vol. 7, No.2, (2017)

Widarmanto, Nanang. “Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Sumberdaya Perikanan”. Sabda Vol.13, No. 1, (Juni 2018)

Tesis dan Disertasi

Hiola, Abdul Shamad. “Agroforestri Ilengi: Suatu Kajian Pelestarian Dan Pemanfaatan Jenis Pohon (Studi Kasus di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo)”. Tesis, Sekolah Pascasarja, Institut Pertanian Bogor, Bogor : 2011, https://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/51396/2011ash.pdf?sequence=1&isAllowed=y, diakses pada 23 Januari 2019

Kusdiwanggo, Susilo. “Pancer-Pangawinan sebagai Konsep Spasial Masyarakat Adat Budaya Padi Kasepuhan Ciptagelar”. Disertasi, Ilmu Arsitektur Institut Tekonologi, Bandung: 2015, tidak dipublikasikan

Makalah

Amin Pawarti, Hartuti Purnaweni, dan Didi Dwi Anggoro, “Nilai Pelestarian Lingkungan dalam Kearifan Lokal Lubuk Larangan Ngalau Agung di Kampuang Surau Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat”, Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Semarang: 2012

Chay Asdak, Kebijakan Nasional Sumber Daya Air Terpadu. Bappenas, Jakarta: 2015.

Gustaff H. Iskandar, “Tata Kelola Hutan dan Air yang Lestari : Pembelajaran dari Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar”, Diskusi Pembangunan Sumber Daya Air, Pangan dan Energi dalam Lingkungan yang Kompetitif, Forum Irigasi Indonesia, Jakarta : 2018.

Martua Sirait, Chip Fay dan A Kusworo, Bagaimana Hak-hak Masyarakat Hukum Adat dalam Mengelola Sumber Daya Alam Diatur?, ICRAF-SE Asia, Bogor: 2000.

Sandra Moniaga, “Masyarakat Adat, Hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia”, Orasi Ilmiah Lustrum FH UNPAR, FH UNPAR, Bandung: 2018.

Susilo Kusdiwanggo, “Kasepuhan Ciptagelar: Entitas Bangun Pengetahuan Nusantara”, Makalah Lokakarya INNOVATION FACTORY 2016, Kampung Karuhun Sutan Raja, Kabupaten Bandung: 2016.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945

Undang - Undang Nomor 11 tahun 1974 tentang Pengairan

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025

Ketetapan MPR No IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Peraturan Daerah Propinsi Bali No 2 tahun 1972 tentang Irigasi Daerah Propinsi Bali

Komisi V DPR RI, Rancangan Undang-Undang Sumber Daya Air

AMAN, Surat Keputusan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara No.01/kman/1999 tentang Statuta Aliansi Masyarakat Adat

Sumber Internet

I Nyoman Norken, I Ketut Suputra, I Gusti Ngurah Kerta Arsana, “Implementasi Tri Hita Karana Pada Subak Pulagan Sebagai Warisan Budaya Dunia Di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar”, https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/a7557e77edd8b6b561cea8822ba28d72.pdf, diakses pada 7 Januari 2019

Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Prasasti-prasasti tentang Subak, https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditpcbm/pra sasti-klungkung-a-dan-manukaya-tentang-subak/, diakses pada 15 Januari 2019


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Arena Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.