REFORMULASI PENGATURAN APLIKASI I-DOSER SEBAGAI NARKOTIKA DIGITAL

Jufryanto Puluhulawa
  Arena Hukum, Vol 9, No 3 (2016),  pp. 368-385  
Viewed : 343 times

Abstract


Abstract

I-Doser Application in smartphone had caused public anxiety and seized greater attention. The purpose of this research is to analyze whether the I-Doser Application application could be put into new narcotic category, to understand and to analyze the impact of law vacuum in I-Doser Application arrangement if understood from law certainty perspective, and to analyze law reformulation policy against I-Doser Application as digital narcotic through Indonesia’s ius constituendum. This is a normative research using statute, conceptual and comparative approaches. Result of this research indicated that I-Doser Application was viewed as the base concept of narcotic thus considered as new narcotic category. The implication of law vacuum, I-Doser Application had embedded its hegemony deeper that could ruin national well-being in the future unless a concrete law measure was taken, so that the necessary law reformulation policy against I-Doser Application as digital narcotic within Indonesia’s ius constituendum.


Abstrak

Aplikasi I-Doser yang terdapat pada smartphone menimbulkan keresahan dan menyita perhatian publik. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisa aplikasi I-Doser apakah dapat dikategorikan sebagai narkotika baru, memahami dan menganalisa dampak dari kekosongan hukum pengaturan tentang I-Doser dalam perspektif kepastian hukum dan menganalisa kebijakan reformulasi hukum terhadap aplikasi I-Doser sebagai narkotika digital dalam ius constituendum di Indonesia. Penulisan menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan undang-undang, konseptual dan komparatif. Hasil pembahasan, aplikasi I-Doser merujuk pada konsep dasar narkotika, dapat dikategorisasikan sebagai narkotika baru. Dampak dari kekosongan hukum, aplikasi I-Doser semakin menancapkan hegemoninya untuk merusak generasi bangsa kedepannya tanpa bisa diberikan sebuah langkah hukum yang kongkrit, sehingga diperlukan kebijakan reformulasi aturan hukum terhadap aplikasi i-doser sebagai narkotika digital dalam ius constituendum di indonesia.


Keywords


I-Doser

Full Text:

PDF

References


Buku

Abadinsky, Howard. Drug Use and Abuse, A Comprehensive Introduction. 8th Edition. United States of America: Wadsworth Cengage Learning, 2014.

Arief, Barda Nawawi. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Perkembangan Penyusunan KUHP Baru. Edisi Kedua. Jakarta: Kencana Prenamedia Group, 2014.

C.F.G., Sunaryati Hartono. Politik Hukum Menuju Satu Sistem Hukum Nasional. Bandung: Alumni, 1991.

James D. Lane dan Stefan J. Kasian dkk. Binaural Auditory Beats Affect Vigilance: Performance and Mood. Virginia: The Center for the Study of Complementary and Alternative Therapies, 1997.

Friedman, Lawrence. American Law. London: W.W. Norton & Company, 1984.

Palguna, I Dewa Gede. Pengaduan Konstitusional (Constitutional Complaint), Upaya Hukum Terhadap Pelanggaran Hak-Hak Konstitusional Warga Negara. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.

Tongat. Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia Dalam Perspektif Pembaharuan. Malang: UMM Press, 2008.

Tumpa, Harifin A. Komentar dan Pembahasan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.

Jurnal

Le Scouarnec RP dkk. “Use of binaural beat tapes for treatment of anxiety: a pilot study of tape preference and outcomes”. AlternTher Health Med Vol. 7, No. 1, (January 2001). 58. http://crawl.prod.proquest.com.s3.amazonaws.com/fpcache/eecd31634767586ab344700c70e533b.pdf. Diakses 14 Desember 2015.

Huang, Tina L. “A Comprehensive Review Of The Psychological Effects Of Brainwave Entrainment”. Alternative Therapies, Vol. 14, No. 5, (Sep/Oct 2008): 38. https://www.transparentcorp.com/downloads/Huang-PsychologicalEffectsBrainwaveEntrainment.pdf. Diakses 14 Desember 2015.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.

Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Naskah Internet

Asosiasi Parapsikoterapi Indonesia. “Terapi Binaural Beats”. http://www.binauralbeats.co.id/. Diakses 31 Oktober 2015.

Ghani, Ikin A. “Pengertian Narkotika Menurut Ahli”. http://documents.tips/. Diakses 22 April 2016.

Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia. “BNN Masih Dalami Perihal I-Doser”. http://www.icmi.or.id/. Diakses 28 Oktober 2015.

Jose, Advent. “Pengguna Smartphone di Indonesia Capai 55 Juta”. http://techno.okezone.com/read/2015. Diakses 1 April 2016.

Jurnal Riau. “BNN Tak Bisa Larang Netizen Unduh I-Doser”. http://www.jurnalriau.com/read. Diakses 10 November 2015.

Kementerian Komunikasi dan Informatika. “Indonesia Raksasa Teknologi Digital Asia”. https://kominfo.go.id/index.php/content/detail. Diakses 2 April 2016.

Meriam-Websters. “Full Definition Of Narcotic”. http://www.merriam-webster.com/dictionary/narcotic. Diakses 29 Maret 2016.

Millward, Steven. “Indonesia diproyeksi lampaui 100 juta pengguna smartphone di 2018, keempat di dunia”. https://id.techinasia.com/jumlah-pengguna-smartphone-di-indonesia-2018. Diakses 3 April 2016.

Nurjaya, I Nyoman. “Penanggulangan Kejahatan Narkotika: Eksekusi Hak Perspektif Sosiologi Hukum”. ejournal.umm.ac.id. Diakses 22 April 2016.

Primadhyta, Safyra. “Kominfo Blokir Sementara Situs Narkoba Digital I-Doser”. http://www.cnnindonesia.com/teknologi/. Diakses 10 Agustus 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Arena Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.