URGENSI PEMBENTUKAN MODEL PEMBINAAN DAN PEMBIMBINGAN BERBASIS KOMPETENSI BAGI NARAPIDANA PELAKU CYBERCRIME

Widodo Widodo, Wiwik Utami, Nukhan Wicaksono Pribadi
  Arena Hukum, Vol 7, No 1 (2014),  pp. 131-150  
Viewed : 386 times

Abstract


Abstract

The judge imprison all cybercrime convicts in Indonesia to be trained in house of correction. Nonetheles, the application of training model for inmate in house of correction.(Lembaga Pemasyarakatan/LAPAS) or even mentoring model for inmate in correctional center (Balai Pemasyarakatan/BAPAS) has not used the principles of modern penology. This fact causes the purpose of imprisonment the convicts cannot be obtained optimally. One of the evidences is the inmates repeating their crimes (residive).  Therefore, it is necessary to develop new model based on modern penology for training and mentoring the inmates. The purpose of this research is finding out the urgency and the specification of new model training. The achievement of  goals is conducted using research techniques development in LAPAS and BAPAS on territory East Java and D.I Yogyakarta. The new model is called as Training and Competency-Based Mentoring for cybercrime convict. The reason of the urgency this new model is the inmates individually have a potential in the field of Information and Communication Technology. They also want to get more value in LAPAS. Now, there is no law governing the specific training for cybercrime inmates. Therefore, it is necessary to develop a new model of training the inmate based on rational and scientific approaching. While, the specification of the model and the construction of the model is based on the inmates’ need and what they need to get job in accordance with 9 competency of information and technology experts, as well as in accordance with visionary modern penology.

Key words: model, inmate, cybercrime, competency, penology

 

Abstrak

Hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap semua pelaku tindak pidana cybercrime di Indonesia, dan dibina di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS). Namun, model pembinaan di narapidana di LAPAS dan pembimbingan narapidana di BAPAS belum menggunakan prinsip-prinsip penologi modern, sehingga tujuan pemidanaannya belum tercapai secara optimal. Salah satu buktinya, banyak narapidana yang mengulangi kejahatannya (residive). Karena itu, perlu konstruksi model baru pembinaan yang sesuai dengan prinsip penologi modern. Tujuan penelitian ini untuk menemukan urgensinya dan spesifikasi model pembinanan. Pencapaian tujuan dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian pengembangan di LAPAS dan BAPAS pada wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Model temuan disebut pembinaan dan pembimbingan narapidana cybercrime berbasis kompetensi. Urgensi penemuan model ini karena secara individual narapidana mempunyai potensi dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mereka ingin mendapat “nilai tambah” dalam LAPAS,  belum ada ketentuan hukum yang mengatur pembinaan khusus pada terpidana cybercrime, perlu pembinaan narapidana yang didasarkan pada pendekatan-pendekatan yang rasional dan ilmiah. Sedangkan spesifikasi dan konstruksi modelnya didasarkan pada kebutuhan narapidana dan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan kerja, sesuai dengan standar kompetensi pemasyarakatan dan standar kompetensi 9 bidang kompetensi ahli teknologi informasi, serta sesuai dengan visi penologi modern.

 

Kata kunci: model, narapidana, cybercrime, kompetensi, penologi


Keywords


Cybercrime

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)