Kearifan Lokal Penataan Ruang Wilayah Mukim Yang Berkelanjutan Di Aceh

Authors

  • T Nazaruddin Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2022.01502.2

Keywords:

Local Wisdom, Mukim, Spatial planning, Sustainable

Abstract

Until now there has not been an in-depth and comprehensive of spatial planning based on local wisdom as strengthening the specificity of the Aceh region based on Law Number 11 Year 2016 concerning Aceh Government and Qanun No. 4 of 2003 concerning the Mukim Government. The purpose of this study is to analyze the local wisdom of spatial planning for sustainable settlements in Aceh. This research is a normative-supported empirical law study. The results showed that in the preparation of the Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) the Mukim/mukim was not involved. In fact, information regarding the RTRW documents was never shared with the Imeum Mukim. The results of research in the residential areas of Aceh Besar, Pidie Jaya and North Aceh districts found that generally Mukims submitted the same complaints where Mukim was not informed or involved in the preparation of the RTRW in their area. Mukim’s authority is only limited to the resolution of disputes arising among the residents of the village in the Mukim region.

References

Buku

Budihardjo, Eko, et.al. Kota Berkelanjutan (Sustainable City). Bandung: Penerbit Alumni, 2009.

Husin, Taqwaddin, et.al., Mukim di Aceh Belajar dari Masa Lalu untuk Membangun Masadepan. Yogyakarta: Penerbit Diandra Pustaka Indonesia, 2015.

Hurgronje, Snouck. “The Achehnese”. Diterjemahkan oleh Singarimbun, et.al., Aceh Dimata Kolonialis. Jakarta: Yayasan Soko Guru, 1985.

Kodoatie, Robert J. et.al. Tata Ruang Air. Pengelolaan Bencana, Pengelolaan Infrastruktur, Penataan Ruang Wilayah, Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2010.

Nazaruddin, T. Politik Hukum Penataan Ruang Berbasis Kearifan Lokal Berkelanjutan Studi pada Masyarakat Hukum Adat Mukim di Aceh. Malang: Penerbit Inteligensia Media, 2020.

Nurjaya, I Nyoman. Pengelolaan Sumber Daya Alam dalam Perspektif Antropologi Hukum. Malang: Universitas Negeri Malang, 2006.

Reid, Anthony. “The Contest for North Sumatera, the Netherlands and Britain 1858-1898.” Oxford University Press. 1969. Diterjemahkan oleh Masri Maris, Asal Mula Konflik Aceh, dari Perebutan Pantai Timur Sumatera Hingga Akhir Kerajaan Aceh ke-19. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, edisi kedua 2007.

Rahardjo, Satjipto. Budaya Hukum dalam Permasalahan Hukum di Indonesia, Ceramah Seminar Hukum Nasional ke IV, Badan Pembinaan Hukum Nasional, Jakarta, 1979.

Simarmata, Rikardo. “Mencari Karakter Aksional dalam Pluralisme Hukum” dalam Tim HuMa, Pluralisme Hukum: Sebuah Pendekatan Inter-disiplin, Jakarta: Penerbit Ford Foundation– HuMa, 2005.

Jurnal

Arisaputri, Sri B.N. et.al. “Pola Ruang Permukiman Berdasarkan Kearifan Lokal Kawasan Adat Ammatoa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba (Settlement Space Pattern Based On Local Wisdom Ammatoa Traditional Areakajang District Bulukumba Regency),” eprints.itn.ac.id/119/1/JURNAL%20SRI%20BATARA%201424045.pdf, diakses tanggal 23 April 2019.

Femilia, Yessyca dan Uu Nurul Huda “kewenangan Desa dalam penataan ruang berdasarkan Undang-Undang Desa”, Jurnal Adliya: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, Vol. 14, No. 1, (Juni 2020: 126).

Griffiths, John. “What is Legal Pluralism”, Journal of Legal Pluralism and Unoficial Law. Number 24/1986.

Kristiyanto, Eko N. “Kedudukan Kearifan Lokal dan Peranan Masyarakat dalam Penataan Ruang di Daerah”. Jurnal RechtsVinding, Vol. 6, No. 2, (Agustus 2017: 154).

Kurniawan. “Eksistensi Masyarakat Hukum Adat dan Lembaga-Lembaga Adat di Aceh dalam Penyelenggaraan Keistimewaan dan Otonomi Khusus Aceh”. Jurnal Yustisia, Vol. 1 No. 3 (September-Desember 2012: 59).

Mina, Risno. “Desentralisasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Sebagai Alternatif Menyelesaikan Permasalahan Lingkungan Hidup”. Jurnal Arena Hukum, Vol. 9, No. 2 (Agustus 2016: 152).

Nazaruddin, T., et. al. “Legal Political of Aceh Sustainable Spatial Reconstruction Based on Local Wisdom of Mukim Customary Legal Community,” Journal of Law, Policy & Globalization, Vol. 56, 2016. p. 75.

Rina, et. Al. “Kedudukan Kearifan Lokal dalam Penataan Ruang Provinsi Bali,” ojs.pusbindiklat.lipi.go.id/gel12018/ojs2/kel1/ index.php/kel1/article, JOSS, Vol. 1, No. 1, (2017): pp. 47-69, diakses tanggal 23 April 2019.

Suharto, Edi. Modal Sosial dan Kebijakan Publik. http://www.policy.hu/suharto, diakses tanggal 6 Juli 2014.

Vincentia S Tiara dan Annisa Purwaningsih. “Kebijakan Tata Ruang Kota dan Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya Kearifan Lokal, Kota Singkawang”. Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Vol. 7, No. 1, (2019).

Downloads

Published

2022-08-31

How to Cite

Nazaruddin, T. (2022). Kearifan Lokal Penataan Ruang Wilayah Mukim Yang Berkelanjutan Di Aceh. Arena Hukum, 15(2), 237–256. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2022.01502.2

Issue

Section

Artikel