Cover Image

ANALISIS EX-ANTE OLEH EKSEKUTIF TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG: MENUJU LEGISLASI BERKUALITAS MELALUI PENDEKATAN TEKNOKRASI

Victor Imanuel W. Nalle, Retno Dewi Pulun Sari, Martika Dini Syaputri
  Arena Hukum, Vol 11, No 1 (2018),  pp. 184-208  
Viewed : 171 times

Abstract


Abstract

Indonesia has the Constitutional Court to maintain the constitutionality of the law. However judicial review in Indonesian Constitutional Court does not always able to prevent potential or actual violation of constitutional rights. In addition, ex-post facto review in Indonesian Constitutional Court is not to examine the harmonization between the law and the synchronization of legal concepts used by the law. Therefore, the practice of ex-post facto review can open up opportunities for poor legislation and affect parties directly over long periods of time. The complementary of ex-post facto review is ex-ante review which is addressed to test the drafted law (bill). Ex-ante review in Indonesia can be found in the synchronization of academic paper and the harmonization of Bill by the Ministry of Justice and Human Rights. This research aims to analyze the weaknesses of ex-ante review mechanism in Indonesia. This is a socio-legal research conducted through an analysis of legislation, policy documents, and interviews with relevant informants. Based on the analysis of legislation, policy documents and primary data collection, it was found that ex-ante review mechanisms by executives had weaknesses in terms of the associated institutional role, the methods used, and the procedures.


Abstrak

Indonesia telah memiliki Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menjaga konstitusionalitas undang-undang. Namun uji materiil di MK tidak selalu dapat mencegah kerugian konstitusional yang mungkin timbul, khususnya kerugian konstitusional yang bersifat aktual. Selain itu uji materiil ex-post facto di MK bukan untuk menguji harmonisasi antar undang-undang maupun sinkronisasi ketepatan konsep-konsep hukum yang digunakan oleh undang-undang. Oleh karena itu mekanisme uji materiil ex-post facto yang dipraktikkan selama ini membuka peluang bagi berlakunya legislasi dengan kualitas yang buruk dan dapat merugikan pihak-pihak yang terkena dampaknya secara langsung dalam rentang waktu yang lama. Mekanisme yang dapat melengkapi ex-post facto review adalah ex-ante review, yaitu pengujian yang ditujukan pada rancangan undang-undang. Mekanisme ex-ante review di Indonesia dapat ditemukan pada mekanisme penyelarasan naskah akademik dan harmonisasi rancangan undang-undang yang dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelemahan-kelemahan pada mekanisme ex-ante review. Penelitian ini adalah penelitian sosio-legal dan dilakukan melalui analisis terhadap peraturan perundangan, dokumen kebijakan, serta hasil wawancara dengan informan yang relevan. Berdasarkan analisis terhadap peraturan perundangan, dokumen kebijakan serta pengumpulan data primer ditemukan bahwa mekanisme ex-ante review oleh eksekutif memiliki kelemahan dari aspek peran kelembagaan terkait, metode yang digunakan, serta prosedur yang perlu ditempuh.


Keywords


legislation; ex-ante review; impact assessment

Full Text:

PDF

References


Buku

Napel, H.M. ten et.al, Legislative Processes in Transition. Comparative Study of the Legislative Processes in Finland, Slovenia and the United Kingdom as a Source of Inspiration for Enhancing the Efficiency of the Dutch Legislative Process. Leiden/The Hague: WODC/ Ministry of Security and Justice, 2012.

Badan Pembinaan Hukum Nasional RI. Laporan Kinerja Badan Pembinaan Hukum Nasional Tahun 2016. Jakarta: BPHN, 2016.

Isra, Saldi. Pergeseran Fungsi Legislasi: Menguatnya Model Legislasi Parlementer dalam Sistem Presidensial Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2010.

Kelompok Kerja Penyusunan Naskah Akademik RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011. Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU No. 12 Tahun 2011. Jakarta: BPHN Kementerian Hukum dan HAM RI, 2016.

Pusat Perancangan Undang-Undang. Pedoman Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang. Jakarta: Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, 2017.

Kedeputian Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Direktorat Analisa Peraturan Perundang-undangan. Pedoman Penerapan Reformasi Regulasi. Jakarta: Bappenas, 2011.

Organisation for Economic Co-operation and Development. Government Capacity to Assure High Quality Regulation in Indonesia

Direktorat Analisa Peraturan Perundang-undangan. Background Study: Pengintegrasian Kerangka Regulasi dalam RPJMN 2015–2019. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, 2013.

Kumpulan Tulisan Dalam Buku

Floriijn, N.A. “Quality of Legislation: A law and development project” dalam J. Arnscheidt, B. van Rooij dan J.M. Otto (Eds). Lawmaking for Development. Leiden: Leiden University Press, 2008.

Sidharta. “Posisi Pemikiran Teori Hukum Pembangunan dalam Konfigurasi Aliran Pemikiran Hukum (Sebuah Diagnosis Awal)” dalam Sidharta (Ed). Mochtar Kusuma-Atmadja dan Teori Hukum Pembangunan: Eksistensi dan Implikasi. Jakarta: Epistema Institute dan HuMa, 2012.

Otto, J.M, W.S.R. Stoter dan J. Arnscheidt. “Using Legislative Theory to Improve Law and Development Projects” dalam J. Arnscheidt, B. van Rooij dan J.M. Otto (Eds). Lawmaking for Development. Leiden: Leiden University Press, 2008.

Verschuuren, Jonathan dan Rob van Gestel. “Ex Ante Evaluation of Legislation: An Introduction” dalam Jonathan Verschuuren (Ed). The Impact of Legislation: A Critical Analysis of Ex Ante Evaluation. Leiden-Boston: Martinus Nijhoff Publishers, 2009.

Wintgens, Luc J. “Legislation as an Object of Study of Legal Theory: Legisprudence” dalam Luc J. Wintgens (Ed). Legisprudence: A New Theoretical Approach to Legislation. Oregon: Hart Publishing, 2002.

Wintgens, Luc J. “Legitimacy and Legitimation from the Legisprudential Perspective”. dalam Luc J. Wintgens dan Philippe Thion (Eds). Legislation in Context: Essays in Legisprudence. Hampshire: Ashgate, 2007.

Xanthaki, Helen. “On transferability of legislative solutions: the functionality test” dalam Constantin Stefanou dan Helen Xanthaki (Eds), Drafting Legislation: A Modern Approach – in Memoriam of Sir William Dale. Hampshire, Burlington: Ashgate, 2008.

Jurnal

Aitken, Victoria E. "An exposition of legislative quality and its relevance for effective development". ProLaw Student Journal Vol. 2, (2013): 1-43.

Anggono, Bayu Dwi. “Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan di Bidang Penanggulangan Bencana”. Jurnal Mimbar Hukum Vol. 22, No. 2, (Juni 2010): 373-390.

Florijn, Nico. “The Instructions for Legislation in the Netherlands: A Critical Appraisal”. Legisprudence Vol IV, No 2, (2010): 171-191.

Gestel, Rob van & Jurgen de Poorter. “Putting evidence-based law making to the test: judicial review of legislative rationality”. The Theory and Practice of Legislation. Vol. 4, No. 2, (2016): 155-185.

Mader, Luzius. “Evaluating the Effects: a contribution to the Quality of Legislation”. Statute Law Review Vol. 22 No. 2, (2001): 119-131.

Natabaya, H.A.S. “Peningkatan Kualitas Peraturan Perundang-undangan (suatu pendekatan input dan output)”. Jurnal Legislasi Indonesia Vol. 4 No. 2, (Juni 2007): 176-179.

Voermans, W.J.M. “Evaluation of legislation in the Netherlands”. Legislação, 33/34. 2003: 36-62.

Voermans, W. H. M. ten Napel & R. Passchier. “Combining efficiency and transparency in legislative processes”. Theory and Practice of Legislation Vol. 3, Issue 3, (2015): 279-294.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Arena Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.